Teknik Panning Dengan Hand Phone

image

Panning adalah teknik memotret dengan cara mengikuti object yang bergerak secara horisontal. Cara melakukan teknik panning ini adalah dengan menggerakkan kamera searah dengan gerakan object dan diharapkan agar object tersebut tetap focus dan background menjadi blur,seolah-olah object diam dan background yang bergerak

image

Image by Syachrul Sang Pengelana

Untuk melakukan teknik photography panning dengan menggunakan kamera DSLR mungkin sudah biasa,tapi bagaimana kalau menggunakan kamera ponsel atau handphone?.Saya akan jawab”kita coba dulu pasti bisa”,meskipun saya bukan seorang photografer handal.Saya suka berimaginasi dan suka neko-neko (aneh-aneh),jadi tidak ada salahnya jika kita coba teknik panning ini dengan kamera ponsel.Ponsel saya Evercoss a75w,jadi saya berharap buat yang punya ponsel bagus seperti kalian agar hasil jepretannya jauh lebih bagus dari ponsel saya.
Untuk caranya,kita bisa setting kamera dengan gerakan terlambat(SCN Night) jika object yang ingin kita foto bergerak lambat,tapi karena fitur kamera ponsel saya standart,tidak punya speed shutter maka tidak di setting pun tidak masalah.Untuk percobaan awal,foto tangan kita sendiri dengan menempatkannya di depan ponsel,jarak 40 centian,kemudian gerakkan ponsel dan tangan Anda yang akan difoto searah sambil tekan jepret.”Jangan berhenti ketika proses pengambilan gambar belum selesai”,misalnya seperti berikut.

image

Image by Syachrul Sang Pengelana

Jika Anda rasa sudah dapat object yang kita bidik tersebut berhasil,kemudian coba hunting foto di pinggir jalan,atau dengan mengajak teman Anda sebagai object percobaan.Seperti yang saya lakukan pada foto percobaan saya di bawah.
Tidak ada setting macam-macam seperti shutter speed pada DSLR karena tidak ada pada fitur kamera ponsel saya,hanya dibutuhkan kreatifitas dan kesabaran untuk bisa mendapatkan foto panning yang bagus.Mohon maaf,foto di bawah baru ketika saya mendapatkan ide ini,jadi hasilnya masih jauh dari bagus.Insyaallah kalau ada waktu untuk cari foto nanti akan saya ganti.Sekian semoga bermanfaat dan selamat berkarya.

image

Image by Syachrul Sang Pengelana

image

Image By Syachrul Sang Pengelana

Posted in info unik | Leave a comment

Umpat ketawa aja Nah

image

Budayakan meninggal kan bakas jer wkwkw

Posted in info unik | Leave a comment

Perayaan Hari Yang Tidak Pernah Datang Dari Islam

    Kita bisa lihat bagai mana sebagian kaum muslimin terjebak dengan ucapan “kalimat selamat Natal,Maka ketahui lah bahwa ucapan selamat Natal yang diucapakn seorang muslim tidak layak dia lakukan,tidak pantas dia kerjakan,ketika dia menyatakan “Amantu birabbi(saya beriman kepada Allah)ketika dia menyatakan saya berislam maka hakekat nya dia tidak pantas melakukan hal yang demikian.Rasul SAW tidak pernah mencontohkan ,bukan kah pada kehidupan Nabi SAW ada orang”kafir, ada orang”yahudi,ada orang “musryik yg mereka mempunyai perayaan “khas mereka,perayaan yang di yakini mereka,namun Rasul SAW tidak pernah mengucap kan kalimat kesalamatan kepada hari yang di khususkan untuk mereka.
Dari ayat inilah seorang Buya Hamka memberikan patwa yang sangat jelas akan haram nya seorang muslim untuk mengucapkan kalimat selamat Natal karna ini masalah akidah,ini masalah keyakinan ,ini masalah ihtikad bukan lagi bicara masalah muamalah ,tidak ada toleransi ketika kita bicara masalah akidah ,tidak ada toleransPerayaan kita bicara masalah keyakinan seorang muslim,keyakinan Se orang muslim mutlak,wajib dia harus beriman kepada Allah SWT
Perayaan yang kedua yang akan terjadi besok pada tahun baru,maka peringatan untuk merayakan perayaan perayaan tahun baru tidak akan pernah datang dari islam ,tidak akan pernah di sunahkan dan tidak pernah di syariat kan ,Seorang muslim tidak layak untuk bersuka cita pada malam”tahun baru karna itu tidak pernah datang dari islam. Ada beberapa Sebab tentunya kenpa hal yang demikian tidak diingin kan ,bukan kah tahun masehi itu tidak pernah datang dari islam,bukan kah awal penanggalan masehi itu datang empat puluh lima tahun sebelum masehi ketika romawi dikuasai oleh julius sesar ,yang ketika itu julius caesar membuat penanggalan “baru ,mulai lh dia membikin bulan”yang pertama Januari yang di kena januaris pebruaris dan seterusnya .Apa alasan seorang Julius caesar untuk membikin januari pada bulan pertama ,alasannya adalah karna orang”Romawi pada kekuasaan Julius caesar 45tahun SM mereka mempunyai dewa ,mereka mempunyai berhala ,mereka mempunyai sesembahan yang mereka sembah yang dikenal dengan januar.Siapa Januar? Dikenal adalah dewa yang di yakini oleh orang”romawi yang dia mempunyai duq wajah.Wajah yang pertama menghadap kedepan ,wajah yang kedua menghadap kebelakang,maka diyakinilah januar adalah dewa orang”romawi yang wajah kedepan itu di yakini menghadap tahun baru kemudian wajah yang kebelakan menghadap tahun yang sebelum nya,maka muncul lah penanggalan atau bulan januari dan seterus nya.
Tidak itu saja ,orang”nasrani sering mengaitkan bahwasanya januari adalah hari lahir nya maseh Sehingga dikenal dengan istilah tahun masehi,lahir ny Isa.Artinya apa ,januari bebruari dan seterus nya adalah tahun”atau bulan”yang tidak pernah datang dari Islam ,maka kalau seorang muslim terjebak pada perayaan”yang juga di lakukan oleh orang”kafir di khawatirkan Rosul SAW beliau pernah bersabda “barang siapa yang ikut”an dengan satu kelompok maka dia termasuk dalam kelompok tadi”.Belum lagi sikap takjir,belum lagi sikap mubajir yang di lakukan oleh sebagian kaum muslimin,ketika malam tahun baru maka mulai lah Sebagian ramai”Se bagian kaum muslimin ,mungkin mereka membeli terompet kemudian meniupkan tepat pada jam 12malam  Rosul SAW mengingatkan dalam sebuah hadis ,sungguh kata Rosulullah tidak akan bergeser kaki anak adam pada hari kiamat kelak sampai di tanya empat hal diantaranya dari hartanya dari mana dia dapatkan dari mana dia keluarkan,kalau pertanyaan pertama kita lolos bahwasanya harta yang kita dapatkan di hasil kan dari jalan”yang halal maka muncul pertanyaan kedua kemana engkau keluar kan ,kalau kita menjawab bahwa saya keluarkan untuk membeli terompet pada tahun 20.. Untuk memperingati pada perayaan 20.. Saya lakukan kemudian jam 12 malam maka ini akan menjadi pertanggungan jawaban kita nanti di aherat .
Namun memang tidak di salahkan kita bemuamalat pada tanggal januari dan seterus nya yg tidak diinginkan kita tidak ikut serta merayakan pada perayaan “yang tidak pernah datang dari islam

Posted in pengetahuan agama | Leave a comment

Umpat Maandak Sandal

image

Budayakan meninggalkan jejak

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Kesialan Bulan Safar

image

Benarkah di hari arba musta’mir yakni hari Rabu terakhir di bulan Safar akan diturunkan sebanyak 350.000 bala (musibah)? Apakah ini mitos atau realita???
Apa ada haditsnya??? Pemirsa… *gaya acara insert investigasi* =)
“Pada dasarnya hari dan bulan dalam satu tahun adalah sama. Tidak ada hari atau bulan tertentu yang membahayakan atau membawa kesialan. Keselamatan dan kesialan pada hakikatnya hanya kembali pada ketentuan takdir Ilahi.”
Pada masa jahiliyah, orang Arab beranggapan bahwa bulan Shafar merupakan bulan yang tidak baik. Bulan yang banyak bencana dan musibah, sehingga orang Arab pada masa itu menunda segala aktivitas pada bulan Shafar karena takut tertimpa bencana. Begitu juga dalam tradisi kejawen, banyak hitungan-hitungan yang digunakan untuk menentukan hari baik dan hari tidak baik, hari keberuntungan dan hari kesialan. Lalu bagaimana menurut syariah Islam?
Dalam hadits riwayat Bukhari Muslim, Rosulullah SAW meluruskan dan menjelaskan tentang hal-hal yang merupakan penyimpangan akidah itu. Rasulullah bersabda:
“Tidak ada penularan penyakit, tidak diperbolehkan meramalkan adanya hal-hal buruk, tidak boleh berprasangka buruk, dan tidak ada keburukan dalam bulan Shafar.”
Menganggap sial bulan Shafar termasuk kebiasaan jahiliyyah. Perbuatan itu tidak boleh. Bulan (Shafar) tersebut seperti kondisi bulan-bulan lainnya. Padanya ada kebaikan, ada juga kejelekan. Kebaikan yang ada datangnya dari Allah, sedangkan kejelekan yang ada terjadi dengan taqdir-Nya. Telah sah riwayat dari Nabi Shallahu ‘alaihi wa Sallam bahwa beliau telah membatalkan keyakinan sialnya bulan Shafar tersebut. Beliau Shallahu ‘alaihi wa Sallam bersabda :
ﻻ ﻋﺪﻭﻯ ﻭﻻ ﻃﻴﺮﺓ ﻭﻻ ﻫﺎﻣﺔ ﻭﻻ ﺻﻔﺮ
“Tidak ada penularan penyakit (dengan sendirinya), tidak ada thiyarah, tidak ada kesialan karena burung hantu, tidak ada kesialan pada bulan Shafar.”
(HR. Al-Bukhari 5437, Muslim 2220, Abu Daud 3911, Ahmad (II/327))
Hadits ini telah disepakati keshahihannya.
Safar adalah nama bulan kedua dalam kalender Islam atau kalender Hijriyah yang berdasarkan tahun Qomariyah (perkiraan bulan mengelilingi bumi). Safar berada diurutan kedua sesudah bulan Muharram. Asal kata Safar dari Shafar. Yang menurut bahasa (linguistik) berarti kosong, ada pula yang mengartikannya kuning. Sebab dinamakan Safar, karena kebiasaan orang-orang Arab zaman dulu sering meninggalkan tempat kediaman atau rumah mereka sehingga kosong untuk berperang menuntut pembalasan atas musuh-musuh mereka. Ada pula yang menyatakan, nama Safar diambil nama suatu jenis penyakit sebagaimana yang diyakini oleh orang-orang Arab jahiliyah pada masa dulu, yakni penyakit Safar yang bersarang di dalam perut, akibat dari adanya sejenis ulat besar yang sangat berbahaya. Kita kenal penyakit itu sekarang dengan nama penyakit Kusta. Ada pula yang menyatakan, Safar adalah sejenis angin berhawa panas yang menyerang bagian perut dan mengakibatkan orang yang terkenanya menjadi sakit.
Di dalam bulan ini, ada juga kalangan umat Islam mengambil kesempatan melakukan perkara-perkara ibadah khurafat yang bertentangan dengan syariat Islam. Ini terjadi karena menurut kepercayaan turun-temurun sesetengah orang Islam yang jahil, bulan Safar ini merupakan bulan turunnya bala bencana dan mala petaka, khususnya pada hari Rabu Wekasan yaitu hari rabu minggu terakhir dibulan Safar. Sehingga ada Beberapa kepercayaan masyarakat tentang adanya mitos pada bulan safar ini, sebagaimana yang diyakini oleh kalangan masyarakat Sunda dan Banjar baik dari yang paling muda sampai yang paling tua.
Menurut masyarakat Sunda
Safar adalah bulan yang dianggap pamali untuk mengadakan pesta perayaan, seperti hajat pernikahan atau sunatan anak. Mereka sangat mempercayai tentang mala petaka yang akan turun pada Rabu Wekasan. Setidaknya menurut mereka ada dua musibah yang akan terjadi pada bulan ini, yaitu:
1. Paceklik Order
Berbeda dengan bulan Raya Agung (hari raya Idul Adha) yang ramai dengan acara hajatan terutama di akhir pekan, di bulan Safar janur kuning tidak lagi terlihat menghiasi gang dan gedung-gedung serbaguna. Masyarakat Sunda enggan untuk melangsungkan pesta perayaan pada bulan ini. Menurut Ahmad Gibson Al-Busthomi, seorang seniman Sunda, dalam sebuah diskusinya yang menyatakan bahwa dalam masyarakat Sunda tidak dikenal system perhitungan hari baik (astrologi) seperti dalam masyarakat Jawa. Namun, larangan melangsungkan pesta pernikahan atau sunatan ternyata sangat kuat tertancap dalam benak masyrakat. Mereka meyakini ikatan pernikahan yang dilakukan di bulan Safar tidak akan abadi, dan kedepannya akan sulit untuk mendapatkan keturunan (Zuriat).
Hal ini kemudian diperkuat dengan pandangan bahwa bulan Safar adalah bulan kawin anjing. Di beberapa wewengkon tatar Sunda, terutama daerah yang dekat dengan hutan dan masih terdapat anjing liar, pada bulan ini sering terdengar gonggongan dan lolongan anjing. Anjing-anjing tersebut sedang naik birahi dan melakukan perkawinan. Oleh karena itu orang Sunda cadu menikah di bulan ini, karena mereka tidak mau disamakan dengan binatang yang dianggap najis itu.
Kondisi tersebut tentu saja membawa pengaruh ekonomis kepada orang-orang yang bergelut di bisnis pesta hajatan. Para pengusaha perencana pernikahan, seniman, termasuk mubaligh mengalami paceklik order, tidak ada yang mengundang. Mereka akhirnya”berpuasa” untu manggung, bahkan beberapa diantaranya wayahna harus banting setir pindah pekerjaan di bidang lain untuk sementara waktu. Keadaan paceklik order ini baru berakhir tatkala bulan mulud tiba. Dalam sebuah peribahasa Sunda disebutkan “kokoro manggih mulud” orang yang sedang sengsara kemudian mendapat rezeki yang besar seperti bulan mulud. Para pekerja bisnis hajatan yang di bulan Safar dalam kondisi tiseun (sepi order), memasuki bulan mulud mereka kembali merema (banyak order).
2. Bulan Balae
Bulan Safar juga diyakini sebagai bulan balae (bulan bencana). Keyakinan ini sudah terpatri kuat dalam benak masyarakat Sunda. Di bulan ini turun 70.000 penyakit untuk satu tahun ke depan. Berbagai musibah dan bencana juga banyak muncul dibulan ini. Lihat saja berbagai bencana yang saat ini terus melanda beberapa daerah Indonesia, menurut beberapa kalangan Sunda tradisional itu merupakan pertanda akan mitos tersebut. Mitos bulan bencana ini juga diperkuat dengan cerita sejarah kehancuran masyarakat zaman dahulu. Sejak zaman dahulu bencana senantiasa diturunkan di bulan Safar. Allah telah menghukum kaum yang tidak beriman seperti kaum ‘Aad dan Tsamud pada bulan ini.
Masyarakat Sunda pun meyakini bala bencana akan menjauh dan terbebas darinya, apabila menjalani ritual tolak bala dan bersedekah. Ritual tolak bala dilangsungkan dengan cara memanjatkan do’a dan mandi di pantai, sungai atau tempat-tempat keramat tertentu untuk membuang sial. Di masyarakat Cirebon ritual mandi Safar dikenal dengan ngirab.
Menurut masyarakat Banjar
Bagi orang Banjar, bulan Safar dianggap sebagai “bulan sial, bulan panas, bulan diturunkannya bala, dan bulan yang harus diwaspadai keberadaannya”. Karena pada bulan ini, segala penyakit, racun, dan hal-hal yang berbau magis memiliki kekuatan yang lebih dibanding pada bulan lainnya. Dalam anggapan masyarakat kesialan bulan Safar akan semakin meningkat jika ketemu dengan Arba’ Musta’mir.
Karenanya menjadi semacam kebiasaan bagi orang Banjar untuk melakukan hal-hal tertentu untuk menghindari kesialan pada hari itu, misalnya; 1) Sholat sunnah mutlak disertai doa tolak bala, 2) Selamatan kampung, biasanya disertai dengan menulis wafak di atas piring kemudian dibilas dengan air, seterusnya dicampurkan dengan air di dalam drum supaya bisa dibagi-bagikan kepada orang banyak untuk diminum, 3) Mandi Safar untuk membuang sial, penyakit, dan hal-hal yang tidak baik. Mandi Safar ini menjadi atraksi wisata menarik di Kal-Teng yang dipromosikan. Mandi Safar ini merupakan tradisi masyarakat yang mendiami tepian sungai Mentaya, 4) Tidak melakukan atau bepergian jauh, 5) Tidak melakukan hal-hal yang menjadi pantangan, dan sebagainya. Bagi orang Jawa, untuk menyambut Arba’ Musta’mir (Rebo Wekasan) biasanya dilakukan dengan membuat kue apem dari beras, kue tersebut dibagi-bagikan kepada tetangga.
Hal lain yang juga menarik untuk diamati adalah, adanya anggapan orang Banjar bahwa anak-anak yang dilahirkan pada hari Arba’ Musta’mir jika sudah agak besar akan menjadi anak yang nakal dan hiperaktif. Sehingga untuk mencegah anak tersebut agar tidak nakal, disyaratkan agar sesudah ia lahir ditimbang (batimbang).
Namun seiring dengan perkembangan zaman dan peredaran waktu, kepercayaan masyarakat Sunda maupun masyarakat Banjar sebagaimana dijelaskan diatas, memang sudah mulai berkurang dan mengalami perubahan, tidak seperti dulu lagi dalam memandang bulan Safar. Dan tentu saja, masih ada beberapa orang yang menganggap Safar sebagai bulan kesialan, penuh bencana, penyakit, panas, dilarang melangsungkan pesta pernikahan atau sunatan, dan nahas.
Dalam kalangan masyarakat Sunda kepercayaan atau keyakinan tersebut dipandang memiliki benang merah dengan kearifan lokal (local wisdom). Larangan untuk melakukan aktivitas hajatan di bulan Safar memang tepat, karena di bulan ini kondisi cuaca seringkali tidak bersahabat. Larangan ini juga bisa diposisikan sebagai penumbuh kesadaran tentang keseimbangan hidup. Masyarakat diajarkan ada waktunya untuk bersuka cita, bergembira dan berpesta, serta adakalanya pula harus beristirahat dan bersiap-siap mengahadapi cobaan, derita dan duka cita. Dengan begitu akan tumbuh kesadaran hidup yang lebih hakiki.
Tolak bala dengan banyak memberi sedekah mengandung makna solidaritas sosial, “paheuyeuk-heuyeuk leungeun” atau saling membantu dan saling menolong. Tatkala di bulan ini tidak ada pesta hajatan, orang-orang miskin yang biasa membantu menjadi kehilangan sumber rezeki. Dengan sedekah mereka kembali mendapatkan topangan hidup.
Sedangkan, di kalangan masyarakat Banjar kepercayaan atau keyakinan tentang mitos bulan Safar ini, menurut penulis, boleh jadi karena memang banyak kasus atau kejadian yang menimpa orang Banjar dan kebetulan pas di bulan Safar. Sehingga karena seringnya terjadi apa yang ditakuti oleh orang Banjar di atas pada bulan Safar, lalu mereka menjustifikasi bulan Safar sebagai bulan penuh kesialan, marabahaya, dan seterusnya. Akibatnya, dalam perspektif orang Banjar, bulan Safar adalah bulan yang harus diwaspadai dan ditakuti. Pantang bagi mereka untuk melakukan kegiatan-kegiatan penting di bulan Safar, misalnya perkawinan, membangun batajak (rumah), menurunkan kapal, bepergian jauh (madam), memulai usaha (dagang, bercocok tanam), mendulang emas atau intan, dan sebagainya. Sebab, ujung dari semua kegiatan tersebut dalam pemahaman mereka adalah kegagalan dan kesusahan, dan khusus bagi mereka yang mendulang sangat rentan terkena racun atau wisa.
Nah, untuk itulah menjadi hal yang signifikan merekonstruksi kepercayaan dan keyakinan (pemahaman) masyarakat terhadap bulan Safar, agar tidak menjadi sebuah mitos dan trauma yang menakutkan. Karena, dalam catatan sejarah Islam sendiri banyak peristiwa-peristiwa penting yang terjadi dibulan Safar, antara lain: 1) Berlangsungnya perkawinan Nabi Muhammad Saw dengan Khadijah binti Khuwalid, 2) Peperangan pertama yang diikuti Rasulullah Saw, yakni perang ‘Wudan’ atau ‘Abwa’ untuk menentang kekufuran, 3) Peperangan Zi-Amin dan Bi’ru Ma’unah yang terjadi pada tahun ke-3 dan ke-4 Hijriyah, dibawah pimpinan Al-Munzir bin ‘Amr As Sa’idiy, 4) Perang Khaibar terhadap orang-orang Yahudi, terjadi pada tahun ke-7 Hijriyah, 5) Peperangan Maraj Rahit pada tahun ke-13 Hijriyah di pinggiran kota Damaskus (Syiria) di bawah pimpinan Khalid bin Al-Walid, 6) Pelantikan ‘Abd. Rahman Al Ghafiqiy sebagai Gubernur Andalusia (Spanyol) pada thun 113 H, 7) Syekh Muhammad Arsyad al-Banjari (ulama besar Kalimantan) dilahirkan pada tanggal 15 Safar 1122 H, dan lain-lain. Dengan demikian bulan Safar tidak selalu identik dengan bulan kejelekan atau bulan kesialan.
Al-Quran dengan tegas menyatakan: “Katakanlah (wahai Muhammad), tidak sekali-kali akan menimpa kami sesuatu pun melainkan apa yang telah ditetapkan Allah bagi kami. Dialah pelindung yang menyelamatkan kami dan kepada Allah jualah hendaknya orang-orang yang beriman bertawakkal.” (QS. At-Taubah 51). Pada ayat yang lain: “Jika kamu ditimpa musibah, maka katakanlah “Innaalillahi wa Inaailaihi Raaji’uun”. Inilah sepatutnya yang menjadi pegangan umat Islam dalam memaknai bulan Safar dan hal-hal yang terjadi di dalamnya dengan memperbanyak amal ibadah, dzikir, doa, sedekah, guna lebih mendekatkan diri kepada-Nya. Rasulullah Saw sendiri menamai bulan Safar sebagai bulan sunnah atau Safar Al-Khair.
Waallahu A’lamu Bishowab

Posted in pengetahuan agama | Leave a comment

Membuat Hidroponik Dari Botol Bekas

image

Cara Menanam Hidroponik dengan Botol Mineral Bekas. Jika kemarin kita membahas soal budidaya cabe menggunakan teknik hidroponik, maka di artikel kali ini kita akan membicarakan soal merakit media tanam hidroponik dengna barang bekas di sekitar kita.
Pada budidaya hidroponik, telah menjadi trend pertanian saat ini dan salah satu solusi efektif dalam bertanam. Begitu mudah dipraktikkan siapa saja, dari anak – anak hingga ibu rumah tangga di manapun berada. Dikatakan mudah, karena memang kita (yang akan menanam) tak perlu mengotori jari tangan dengan tanah, bisa menyiram tanaman tak perlu dengan cara yang manual, bahkan tak jaman jika harus berpanas-panasan di area terik matahari siang hari.
Keunggulan lagi dari bertanam secara hidroponik adalah dengan memanfaatkan banyak benda-benda bekas yang ada di sekitar rumah kita. Salah satu yang bisa dipakai adalah bekas dari botol air mineral.
Untuk membuat persiapan bertanam hidroponik dengan media botol air mineral sebenarnya juga tidaklah rumit. Anda cukup dengan menyiapkan media botol air mineral yang ukurannya 1 liter, lalu media tanamnya (bisa rockwool atau floral foam), gunting, sumbu flanel, cutter, dan juga paku yang nantinya untuk melubangi botol air.

image

image

Sementara itu, untuk mengairinya bisa dengan menggunakan sistem rakit apung dan juga sumbu. Tak begitu sulit jika nantinya sudah praktek secara langsung.
Nah, langkah-langkah secara detail untuk merakit hidroponik dengan media botol air mineral seperti berikut ini :
Potonglah botol yang sudah bekas air mineral jadi dua bagian. Bisa menggunakan cutter ataupun gunting.
Lalu panaskan paku yang telah disiapkan, buat beberapa lubang yang berdiameter 1 cm di area potongan botol atas, juga bagian bawah yang untuk aerasi. Tetapi, apabila pemberian nutrisinya ingin menggunakan sistem sumbu, maka baiknya dengan membiarkan tutup botol seperti semula di tempatnya. Setelahnya, buatlah lubang yang tepat berada di tengah-tengah bagian tutup botol. Ini nantinya untuk memasukkan bagian dari sumbu flanel.
Apabila pemberian nutrisinya akan menggunakan sistem apung, maka bukalah tutup botolnya. Sehingga nantinya akar bisa menembus media
tanam.agar bisa berkembang baik di area permukaan larutan nutrisi.
Usai itu, masukkanlah potongan botol yang bagian atas ke area potongan yang bagian bawah. Pastikan sebelumnya sudah diisi terlebih dulu dengan larutan nutrisi.
Lalu masukkan media tanam, masuk ke dalam botol yang bagian atas.
Silakan mencoba di rumah dengan cara di atas.

Posted in permainan | Leave a comment

Membuat Nutrisi Hidroponik Sederhana

image

Nutrisi hidroponik sederhana – Tanaman secara umum membutuhkan unsur hara mikro dan makro untuk pertumbuhan vegetatif maupun generatif. Pada cara menanam hidroponik unsur hara diberikan atau dicampurkan dalam air sehingga membentuk larutan nutrisi
hidroponik . Pada dasarnya larutan nutrisi sederhana bisa dibuat sendiri dengan mencampur beberapa bahan kimia yang bisa dibeli di toko kimia atau toko pertanian. Jika berniat membuat sendiri nutrisi hidroponik sederhana Anda bisa mencampur bahan-bahan seperti urea, kcl, npk, pupuk gandasil dan juga probiotik em4.

Nutrisi Hidroponik Sederhana vs Nutrisi Hidroponik ABmix

Sebenarnya Anda tidak perlu repot mencampur dan menakar bahan untuk membuat nutrisi hidroponik sederhana. Saat ini pupuk hidroponik atau nutrisi hidroponik sudah tersedia secara luas dan merata di beberapa kota besar. Anda bisa membeli dan mendapatkannya di toko pertanian atau bisa juga membeli secara online di internet.  Nutrisi hidroponik khusus biasanya dinamakan Abmix karena terdiri dari campuran bahan yang mengan unsur mikro dan makro. Kandungan nutrisi hidroponik Abmix lebih lengkap dibandingkan nutrisi hidroponik sederhana karena dibuat berdasarkan takaran yang tepat dan komposisi yang lebih banyak macamnya.

Cara Membuat Nutrisi Hidroponik Sederhana

Tapi jika anda tetap ingin mencoba membuat sendiri berikut kami infokan cara membuat nutrisi hidroponik sederhana yang kami kutip dari beberapa sumber. Bahan-bahan yang di campur yaitu Pupuk Urea 1000 gr, Pupuk KCL 1000 gr, Pupuk NPK 1000 gr, Pupuk daun Gandasil ( Growmore ) 50 gr. Semua bahan di campur dalam 20 liter air sumur atau air tanah. Jangan gunakan air pam/pdam. Larutan pekat 20 liter ini bisa diencerkan dalam 100 liter air yang kemudian siap digunakan untuk nutrisi hidroponik. Penggunaan
nutrisi hidroponik sederhana ini memang cukup murah tetapi kelemahannya adalah kurang mencukupi unsur mikro. Demikian ulasan tentang nutrisi hidroponik sederhana yang kami sarikan dari beberapa sumber, untuk lebih jelasnya silahkan lengkapi dengan informasi dari sumber lain.

Posted in pertanian | Leave a comment